Aku capek Ayah… 

​SUATU hari di sebuah rumah. “Ayah, ayah…” kata sang anak, “Ada apa?” tanya sang ayah.

“Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus, sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek. Aku mau menyontek saja! Aku capek, sangat capek.

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu. Aku ingin kita punya pembantu saja! Aku capek, sangat capek. Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung. Aku ingin jajan terus!

Aku capek, sangat capek. Karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek, sangat capek. Karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku.

Aku capek ayah, aku capek menahan diri. Aku ingin seperti mereka, mereka terlihat senang. Aku ingin bersikap seperti mereka ayah! Sang anak mulai menangis.

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ”Anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu,” lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.

Lalu sang anak pun mulai mengeluh, ”Ayah mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri, badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang. Aku benci jalan ini ayah.” Sang ayah hanya terdiam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang. “Wwaaaah… tempat apa ini ayah? Aku suka! Aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau. “Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah,” ujar sang ayah. Lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

”Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah,” tanya sang ayah. ”Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?” tanyanya dengan wajah polos. ”Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu,” terangnya.

”Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? Alhamdulillah,” ujar sang anak. ”Nah, akhirnya kau mengerti,” timpal sang ayah. ”Mengerti apa? Aku tidak mengerti,” sahut anak dengan kebingungan di wajahnya.

”Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi. Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga? Dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah. Seandainya kau tidak bersabar, apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa-apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku.”

”Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar,” keluhnya. ”Ayah tahu, oleh karena itu ada ayah yang akan menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh. Kami bisa mengangkatmu. Tapi ingatlah anakku, ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh. Suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri. Seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya. Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang. Maka kau tahu akhirnya kan?”

”Ya ayah, aku tahu. Aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini. Sekarang aku mengerti. Terima kasih ayah, aku akan tegar saat yang lain terlempar.” Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
Inna Sang Humaira, Purwakarta

Iklan

​BENARKAH SEMUA ITU PRESTASINYA AHOK ?

Sekarang ini banyak beredar informasi di medsos yang menyesatkan terutama terkait dengan pembangunan Jakarta yang diklaim sebagai prestasinya Ahok.  Termasuk apa yang disampaikan alm Profesor Sarlito Wirawan dalam postingannya. Salah satu pernyataan beliau adalah sebagai berijkut :  jalan-jalan tol, MRT, kereta bawah tanah dibangun terus ( padahal di tangan gubernur-gubernur sebelumnya mangkrak semua ). Prof Sarlito telah menafikan jasa2 para gubernur tersebut dalam membangun kota Jakarta dan menisbatkannya kpd Ahok. Ini jelas tidak adil.

Saya saksi hidup yang barangkali sdh langka yg banyak tahu ttg track record para gubernur tersebut, krn selama 28 thn mengabdi di Dinas Tata Kota DKI Jakarta dn mengalami di bawah kepemimpinn 6 Gubernur, mulai dari Ali Sadikin ( 1966-1977 ), Tjokropranolo ( 1977 – 1982 ), Suprapto ( 1982 – 1987 ), Wiyogo ( 1987 – 1992 ), Suryadi Sudirdja ( 1992 – 1997 ) dn Soetiyoso ( 1997 – 2007 ).  Masa kepemimpinan Fauzi Bowo ( 2007 – 2012 ) sy  sdh pensiun, ttp tetap mengikuti kiprah beliau.

Sebetulnya Ahok hanya melanjutkan “ blueprint “ pembangunan Jakarta sebagaimana yang telah diletakkan oleh para gubernur sebelumnya. Para gubernur itulah yang telah meletakkan kerangka makro pembangunan Jakarta yang  comprehensive,  termasuk  program2 jangka panjang dn menengah dan skala prioritasnya. Mereka itulah yang menyiapkan Rencana Induk Jakarta 1965 – 1985 ( Ali Sadikin ), yang kemudian dilanjutkan dengan Rencana Umum Tata Ruang DKI Jakarta 2005 ( Suprapto ) yang pada tahun 1996 direvisi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi DKI Jakarta 2010 ( Suryadi Soedirdja ), dan dilanjutkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi DKI Jakarta 2030 ( Fauzi Bowo ). Skenario pembangunan Jakarta sudah ditentukan dalam dokumen tersebut di atas, baik secara keseluruhan maupun partial . Jadi konsepsi pembangunan jalan arteri tol dan non tol, MRT, LRT, BRT ( busway ), pengendalian banjir, dan pengembangan  fasos fasum, semuanya sdh tertera dan terprogram, tinggal menjalankan saja.

Bedanya Ahok dengan para gubernur sebelumnya adl,  Ahok bekerja secara piece meal approach ( menyelesaikan persoalan2 kecil ), antara lain membangun proyek2 yang bersifat kosmetik dan partial seperti pembenahan trotoir, pembersihan kali, pembangunan taman,  menggusur hunian kumuh yang akhirnya menimbulkan banyak   permasalahan sosial thd warga tergusur dan lain sebagainya. Sedangkan gubernur sebelumnya selalu bekerja dalam kerangka pembangunan yang menyeluruh dan terintegrasi sesuai skala prioritasnya, menyelesaikan masalah tanpa masalah.  Para gubernur tersebut  mendahulukan terbentuknya struktur jaringan makro Jakarta, terutama dalam aspek transportasi dan pengendalian banjir. 

Pembangunan jalan arteri tol/non tol.

Sebelum Ahok menjabat sebagai gubernur, pembangunan struktur makro jaringan jalan arteri primer baik lingkar maupun radial Jakarta telah  selesai seluruhnya. Pembangunan jalan lingkar dalam  ( Grogol – Cawang – Tanjung Priok ) dan beberapa jalan arteri radial ( Cempaka Putih, Pemuda, Pramuka dll ) sudah selesai di era Gubernur Ali Sadikin.  Peningkatan jalan lingkar dalam menjadi jalan tol adalah di era Gubenur Suprapto, Suryadi, Wiyogo. Permbangunan jalan lingkar luar, ruas Cakung Cilincing, Kampung Rambutan – Vetreran,  Kampung Rambutan – Cakung , Kembangan –  Cengkareng,  Kembangan – Vetreran  sudah dimulai sejak Gubernur Suprapto, dilanjutkan oleh Wiyogo, Suryadi Sudirdja, Sutiyoso dan dirampungkan oleh Fauzi Bowo. Peningkatannya menjadi jalan tol juga pada masa para gubernur tersebut. Belum lagi banyak jalan arteri  radial yang diselesaikan para gubernur setelah Ali Sadikin, antara lain; jalan Dr.Satrio, Casablanca, Rasuna Said, Buncit Raya, Anta Sari, Pondok Pinang,  Pejompongan,  Jl. Panjang, Latumeten, Manggadua, Ngurah Rai dan banyak lagi yang lainnya. Ahok hanya menerima warisan struktur jaringan jalan makro Jakarta yang sudah terbentuk. Adapun pembangunan 6 jalan tol baru yang sekarang ini sedang dilaksanakan, sebetulnya merupakan program Fauzi Bowo yang  siap dilaksanakan. Namun karena mendapat kritikan tajam dari berbagai para pakar transportasi kota, maka program tersebut dibatalkan dan diganti dengan pembangunan 2 jalan layang non tol, yaitu  Mas Mansyur-Dr. Satrio- Casablanca dan Antasari. Ironisnya ketika Ahok melaksanakannya, media masa membungkam para pengeritik.

Pengendalian banjir.

Begitu juga dalam sistim pengendalian banjir, apa yang dilakukan Gubernur sebelumnya adalah membangun struktur makro  pengendalian banjir yang sudah rampung seluruhnya, antara lain dengan pembangunan kanal, waduk  dan saluran primer Jakarta. Banjir Kanal Barat sudah dimulai dibangun sejak zaman Ali Sadikin, Cengkareng Drain , Cakung Drain, dilanjutkan para Gubernur lainnya dan terakhir Banjir Kanal Timur diselesaikan oleh Fauzi Bowo. Bahkan program normalisasi kali juga sudah dilakukan pada beberapa sungai di Jakarta, seperti Kali Cideng, Morkervart, Gunung Sahari dll. Pembangunan waduk Pluit, Sunter, Ria Rio juga hasil karya para gubernur tersebut.  

Pengelolaan sampah,

Sistim dan mekanisme pengelolaan sampah mulai dari pembangunan Tempat Penampungan Sementara ( TPS ) di berbagai tempat di Jakarta sampai Tempat Penampungan Akhir ( TPA ) di Bantar Gebang juga sudah selesai dibangun. Kalaupun terjadi kericuhan dalam pengelolaan sampah belakangan ini, itu hanya menyangkut masalah managementnya saja.

Fasos / fasum.

Berbagai macam fasos/fasum juga telah dibangun  dalam jumlah yang memadai oleh para gubernur sebelumnya. Sekolah, mulai dari tingkat SD sampai SMA. Fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas tingkat kelurahan, kecamatan sampai RSUD juga terbangun di setiap kelurahan, kecamatan dan wilayah kota. Hanya RSUD Jakarta Selatan yang dibangun Ahok melanjutkan program gubernur sebelumnya. Demikian juga pembangunan pasar modern tersebar merata di seluruh kota, spt pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Glodok, Pasar Mayestik, Pasar Blok M, Pasar Koja, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Santa dll. Begitu juga pasar pasar tradisional yang jumlahnya ratusan. Pembangunan terminal dalam kota dan luar kota, spt Terminal Kampung Rambutan, Terminal Blok M,  Terminal Cengkareng, Terminal Pulo Gadung, Terminal Lebak Bulus dll sudah ada sebelum Ahok. Pembebasan tanah terminal Pulo Gebang dilakukan masa gubernur Sutiyoso. Pembangunan fisiknya semasa Gubernur Joko Widodo. Dalam kegiatan olahraga, pembangunan gelanggang remaja di setiap wilayah kota, lapangan sepakbola semua sudah lengkap.

Mass Rapid Transit ( MRT )

Sebetulnya gagasan pembangunan MRT sdh dicetuskan sejak Gubernur Ali Sadikin. Tetapi kajian saat itu menyimpulkan kemampuan membangun MRT belum ada. Barulah  pada era Gubernur Suryadi Soedirdja dibentuk Project Management Unit MRT untuk melakukan Feasibility Study Tentang Pembangunan MRT. Studi tersebut berhasil dirampungkan dan kemudian akan ditindak lanjuti dengan penyusunan Basic Design. Namun penyusunan Basic Design terpaksa ditangguhkan ketika Sutiyoso menjadi Gubernur akibat  krisis ekonomi 1998. Baru saat Fauzi Bowo menjabat gubernur,studi tsb dilanjutkan dan  bahkan dibentuk PT. MRT JAKARTA utk melaksanakannya. Ketika Joko Widodo menjadi gubernur, beliau tinggal melaksanakan apa yang sudah disiapkan oleh Fauzi Bowo.

Ligh Rail Transit ( LRT ).

Gubernur Sutiyoso karena mempertimbangkan kondisi perekonomian  yang belum pulih, memutuskan menunda pembangunan MRT dan merintis pengembangan LRT sebagai gantinya. Pembangunan bekerjasama dengan pihak swasta sebagai investor. Tiang2 penyangga bahkan sudah dibangun, namun karena investor kesulitan modal maka proyek tersebut terhenti . 

Bus rapid transit ( BRT ).

Akhirnya Gubernur Sutiyoso memilih membangun Bus rapid transit, yang di sini dikenal dengan istilah busway,  pada beberapa koridor jalan arteri dan dilanjutkan pada beberapa koridor lainnya oleh Fauzi Bowo. Sebetulnya busway adalah pilihan  yang tepat karena saat ini menjadi primadona di manca negara dalam memecahkan masalah transportasi. Pembangunan MRT sudah ditinggalkan kota-kota dunia karena selain biaya pembangunannya sangat mahal, teknologinya rumit, memerlukan waktu pembangunan yang lama, juga secara ekonomis tidak menguntungkan. Hampir semua operator MRT di seluruh dunia merugi dan di subsidi oleh pemerintah. Di kota Kahsiong, Taiwan, bahkan pembangunan MRT gagal karena sepi penumpang. Demikian juga di Kuala Lumpur.  

Bila MRT Jakarta nanti rampung, akan menjadi beban fiskal  buat Pemprov DKI. Subsidi tiket diperkirakan sekitar Rp 20.000 per penumpang. Dengan perkiraan ridership 1 juta orang per hari, maka subsidi tiket per hari mencapai Rp 20 Milyar, per bulan Rp 600 M, per tahun Rp 7,2 Trilyun. Belum lagi biaya operasional, maintenance dan pembayaran cicilan dan bunga hutang,  mungkin pengeluaran  pemerintah provinsi bisa mencapai angka Rp 10 Trilyun  setiap tahunnya.

Sebaliknya busway, biaya pembangunannya sangat murah, teknologinya tidak terlalu rumit, waktu pembangunan sangat cepat dan yang paling penting tidak akan menguras kas pemerintah. Di beberapa kota di dunia, pemerintah hanya menyiapkan infrastukturnya saja, sedangkan pengadaan bis disediakan operator. Ternyata juga kapasitas busway dapat ditingkatkan setara MRT. Dengan menyediakan 2 lajur bis setiap arah dan menggunakan bis bi-articulated ( 3 rangkai gerbong ), kapasitasnya bisa mencapai 55.000 penumpang/arah/jam setara dengan kapasitas MRT Lebak Bulus – Bundaran HI yang sedang dibangun.  Beberapa kota di dunia berhasil mengatasi masalah transportasinya dengan cara ini, seperti Bogota, Sao Paulo, Guangzu dll. Ironisnya, Jakarta adalah kota pertama di Asia yang mengembangkan busway tetapi beralih ke MRT, sementara kota2 lainnya di Asia meninggalkan MRT dan beralih ke busway.

Lain-lain. 

Masih banyak lagi hasil karya para gubernur tersebut yang spektakuler yang tetap akan dikenang sepanjang masa karena ada jejak sejarahnya, antara lain Pembangunan Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ismail Marzuki, Taman Mini Indonesia Indah, Bonbin Ragunan, Planetarium  di era Ali Sadikin. Refungsionalisasi Monas sebagai Taman Kota, menghapus operasi becak di Jakarta, merintis liburan hari Sabtu, mengembangkan Kemayoran sebagai Arena PRJ dan Pusat Eksebisi bertaraf internasional dll di era Wiyogo, pembangunan rumah susun murah di Kemayoran, Bendungan Hilir dan diberbagai tempat lainnya di era Suryadi, pembangunan Islamic Center dll di era Sutiyoso dan proyek2 lainnya di era Fauzi Bowo, yang kalau diuraikan akan menjadi daftar yang sangat panjang. Singkatnya dari urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak sampai yang menyangkut kematian ( pengadaan TPUP ) sudah disiapkan fasilitasnya di lima wilayah kota oleh para gubernur tersebut.

Ketika Gubernur Sutiyoso menutup lokalisasi pelacuran di Kramat Tunggak yang luasnya 10 kali lebih besar dari Kalijodo dan menjadikannya sebagai Islamic Center terbesar se Asia Tenggara, sepi dari pemberitaan media masa. Sementara ketika Ahok menggusur Kalijodo dengan pasukan gabungan bersenjata lengkap, diberitakan besar2an dan bahkan dianggap pahlawan. Prestasi Ahok sebetulnya belum ada apa2nya dibanding para gubernur sebelumnya, tetapi karena dia akan dijadikan “ putra mahkota “ maka direkayasalah oleh media asing dan aseng bahwa semua pembangunan di Jakarta sebagai prestasinya Ahok.

Mengakhiri tulisan ini, saya menghimbau kepada rekan-rekan purna bhakti Pemprov DKI Jakarta, mari kita kumpulkan data2 ttg pembangunan di Jakarta di masa Gubernur Ali Sadikin sd Fauzi Bowo untuk kita jadikan sebuah buku “ Sejarah Pembangunan Kota Jakarta “, agar generasi mendatang tahu siapa saja yang banyak jasanya membangun kota Jakarta yang kita cintai ini dan agar tidak ada lagi yang gampang menyatakan “di tangan gubernur-gubernur sebelumnya mangkrak semua”. 

Ismail Zubir

Mantan karyawan Dinas Tata Kota Pemprov DKI.

Surat untuk Presiden RI

​Kepada Yth :

Bapak Presiden RI

dan Wkl Presiden RI

Di Jakarta.
Assalamu’allaikum WrWb.
Ijinkan sya mengajak BAPAK PRESIDEN BESERTA JAJARAN DAN STAFNYA untuk BERPIKIR YG MASUK AKAL SEHAT dan bisa diterima oleh HATI YG BERSIH…
Apakah UMMAT ISLAM di MYANMAR mendapatkan TOLERANSI BERAGAMA dari PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana…??? sehingga terjadi PEMBANTAIAN SECARA KEJI DAN PENYIKSAAN KEPADA SEMUA UMMAT ISLAM disana yg DILAKUKAN OLEH PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana…!!
Apakah UMMAT ISLAM di PALESTINA mendapatkan TOLERANSI BERAGAMA dari PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana…?? sehingga dari dulu RAKYAT PALESTINA tidak bisa menikmati KEMERDEKAAN HIDUP di TANAH AIRNYA sendiri.. setiap hari terjadi PEMBUNUHAN TERHADAP RAKYAT PALESTINA yg DILAKUKAN OLEH TENTARA ZIONIS ISRAEL…
Apakah UMMAT ISLAM di PAPUA mendapatkan TOLERANSI BERAGAMA dari PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana..?? sehingga terjadi PEMBAKARAN MASJID yg dilakukan OLEH PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana…
JAWABNYA ADALAH : UMMAT ISLAM YG YG MENJADI MINORITAS DISUATU DAERAH TIDAK PERNAH MENDAPATKAN TOLERANSI DARI PENGANUT AGAMA MAYORITAS DISANA…
lalu ada SEBAGIAN ORANG INDONESIA mengatakan BAHWA UMMAT ISLAM YG IKUT DEMO DAMAI untuk MENUNTUT SEORANG AHOK yg MENISTA dan MELECEHKAN ALQUR’AN adalah UMMAT ISLAM YG TIDAK TOLERANSI…??
TOLONG LIHAT PAKAI MATA YG SEHAT…

TOLONG BERPIKIR DENGAN AKAL YG JERNIH…

TOLONG GUNAKAN HATI YANG BERSIH….
kalau UMMAT ISLAM yg ikut DEMO DAMAI ITU TIDAK TOLERANSI TENTUNYA sudah terjadi KERUSUHAN SEBELUM PUNCAK AKSI….

andai TIDAK TOLERAN tentu berapa banyak KORBAN DARI PENGANUT AGAMA MINORITAS…

SANGAT MUDAH DAN SANGAT MAMPU UMMAT ISLAM UNTUK MEMBUAT KEHANCURAN BAGI SIAPAPUN PENGANUT AGAMA MINORITAS DIJAKARTA….

BAHKAN TIDAK HANYA DIJAKARTA…

DIDAERAH LAINPUN UMMAT ISLAM SANGAT BISA DAN SANGAT MAMPU MEMBUAT PENGANUT AGAMA MINORITAS MENJADI TERTINDAS….
namun APA YG TERJADI…???

TIDAK ADA satupun kejadian yg menunjukkan UMMAT ISLAM adalah UMMAT YG ANTI TOLERANSI….
ISLAM MENGAJARKAN KEDAMAIAN…
ISLAM MENGAJARKAN KERUKUNAN..
ISLAM MENGAJARKAN KERUKUNAN…
ISLAM MENGAJARKAN MENGHORMATI PENGANUT AGAMA LAIN…
ISLAM MENGAJARKAN UNTUK MEMAAFKAN…
ISLAM JUGA MENGAJARKAN KEBERANIAN…
ISLAM JUGA MENGAJARKAN PENGORBANAN….
ISLAM JUGA MENGAJARKAN PEMBELAAN TERHADAP AGAMA…
ISLAM JUGA MENGAJARKAN UNTUK MEMATUHI HUKUM SUATU NEGARA…
ISLAM ADALAH AGAMA INDAH YANG PALING MEMAHAMI ARTI TOLERANSI…
YANG DITUNTUT UMAT ISLAM INDONESIA HANYALAH KEADILAN BAHWA SEORANG AHOK HARUS DITANGKAP DAN DIPENJARA SESUAI HUKUM DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA KARNA TERBUKTI MELECEHKAN ALQUR’AN KITAB SUCI AGAMA YANG PENGANUTNYA TERBESAR DI INDONESIA…
saya SANGAT2 BERHARAP BAHWA BAPAK PRESIDEN BESERTA JAJARAN DAN STAFNYA JANGAN TERBALIK MEMAKAI LOGIKA….
JANGAN MENGATAKAN UMMAT ISLAM TIDAK TOLERAN…
JANGAN MENGATAKAN UMMAT ISLAM ADALAH ANCAMAN KEBHINEKAAN…
JANGAN MENGATAKAN UMMAT ISLAM ADALAH ANCAMAN KEUTUHAN NKRI…
JANGAN MENGATAKAN UMMAT ISLAM DIBAYAR DAN DITUNGGANGI AKTOR POLITIK KARENA AKSI INI ADALAH BUKAN URUSAN POLITIK…
TOLONG PAK JANGAN BILANG BEGITU…
tentu BAPAK PRESIDEN beserta JAJARAN dan STAFnya adalah MANUSIA2 yg MASIH MEMPUNYAI AKAL SEHAT dan HATI BERSIH sehingga TIDAK MEMBOLAK BALIKKAN LOGIKA PEMIKIRAN MANUSIA NORMAL….
DARI ZAMAN BANGSA INI BELUM MERDEKA UMMAT ISLAM SELALU BERADA DI BARISAN TERDEPAN DEMI KEMERDEKAAN BANGSA INI…!!!!
dan SEKARANG UMMAT ISLAM BERADA DI BARISAN TERDEPAN UNTUK MEMPERTAHANKAN BANGSA INI DARI TINDAKAN2 YG MEMECAH BELAH KERUKUNAN UMAT BERAGAMA YG SUDAH DICAPAI OLEH BANGSA INDONESIA YANG SANGAT KITA CINTAI INI….
JANGAN MENAKUT2I UMAT ISLAM DENGAN PELURU…
JANGAN MENAKUT2I UMAT ISLAM DENGAN PASUKAN..
JANGAN MENAKUT2I UMAT ISLAM DENGAN KEMATIAN…
KARNA DEMI ALLAH KAMI UMAT ISLAM TIDAK SEDIKITPUN TAKUT DAN GENTAR DEMI MEMBELA AGAMA DAN BANGSA INDONESIA KAMI TERCINTA….
SEMOGA BAPAK PRESIDEN MASIH BISA TOLERANSI TERHADAP UMAT ISLAM DI INDONESIA….
KALAU DIDAERAH DAN NEGARA LAIN YG UMAT ISLAMNYA MINORITAS SEHINGGA PASRAH HARUS TERANIAYA OLEH PENGANUT AGAMA MAYORITAS DISANA…
INGATLAH WAHAI BAPAK PRESIDENKU YG TERHORMAT….
DI INDONESIA INI KAMI UMAT ISLAM ADALAH PENGANUT MAYORITAS….
UMAT ISLAM TIDAK AKAN DIAM DITINDAS..
UMAT ISLAM TIDAK AKAN DIAM KALAU AGAMANYA DILECEHKAN…
UMAT ISLAM TIDAK AKAN DIAM DISAAT KITAB SUCINYA DINISTAKAN….
KAMI MENUNTUT AGAR PEMERINTAH INDONESIA DIBAWAH PIMPINAN BAPAK PRESIDEN BISA ADIL DAN TOLERANSI SERTA BERSIKAP BIJAKSANA AGAR BISA MENGHARGAI PERBEDAAN DAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI YG BER BHINEKA TUNGGAL IKA INI…
oh iya pak PRESIDEN saya juga pengen bertanya 1 HAL yg sampai saat menulis ini menjadi pertanyaan yg mengganjal dihati saya…

sehingga saya SANGAT SANGAT INGIN TAHU apa jawaban BAPAK PRESIDEN….
ini pertanyaan saya pak :
KENAPA BAPAK PRESIDEN MENGUNDANG PARA PELAKU PEMBAKARAN MASJID DI TOLIKARA KE ISTANA NEGARA DAN MAKAN BERSAMA BAPAK…??

TAPI KENAPA KEMAREN TGL 411 BAPAK TIDAK BERSEDIA MENEMUI ULAMA DAN UMAT ISLAM YANG DATANG KE ISTANA UNTUK MENEMUI BAPAK PRESIDEN YG TERHORMAT…???
ini PERTANYAAN yg sangat mengganggu pikiran saya dan menimbulkan banyak PRASANGKA BURUK tentang BAPAK PRESIDEN…

maka dari itu saya SANGAT INGIN TAHU JAWABAN LANGSUNG DARI BAPAK…
DAN BANGSA INI MERDEKA DGN GEMA TAKBIR ALLAHU AKBAR …. BUKAN DGN Haleluya!!
WASSALAMU’ALLAIKUM WRWB

UMAT ISLAM MAYORITAS WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

AKU adalah muslim. aku bangga menjadi Muslim karena sejarah telah membuktikan bahwa:
Bukan muslim yang memulai perang dunia pertama.
Bukan muslim yang memulai perang dunia kedua.
Bukan muslim yang menghancurkan “hiroshima” dan “nagasaki” dengan menggunakan bom atom.
Bukan muslim yang membunuh 200 juta orang indian di Amerika Utara.
Bukan muslim yang menghabisi 80 juta orang indian di Amerika Selatan.
Bukan muslim yang menghabisi 90 juta orang aborigin di Australia.
Bukan muslim yang mengambil 180 juta orang afrika sebagai budak dan membuang 70% dari mereka yang meninggal ke laut atlantik.
Bukan muslim yang menjajah negara Indonesia, Boznia, Afghanistan, Eithopia, Palestina, Irak, dan masih banyak lagi).
Bukan muslim yang memulai kasus Poso, Ambon, Maluku, Papua, dan Sampit.
Bukan muslim yang memfitnah Irak dengan isu memilik senjata pemusnah masal.
Bukan muslim yang serakah merebut ladang minyak Timur Tengah.
Bukan muslim yang suka menghina nabi dan agama lain.
Dan aku bangga karena Islam tidak pernah berteriak sebagai agama damai, karena Muslim tidak pernah menyerang siapa-siapa.
Islam tidak pernah meneriakkan HAM dan toleransi, namun Muslim paling toleran dibanding “Pendekar HAM Amerika” yang rasis terhadap orang-orang kulit hitam, dibanding Prancis yang menolak jilbab, dibanding Swedia yang menolak adzan, dan dibanding Swiss yang melarang pendirian masjid.
Muslim mayoritas itu toleransi, Muslim minoritas itu pemberani, tapi tidak ada toleransi untuk melanggar perintah Allah SWT.
Muslim bukan anjing yang serakah akan nafsu menjajah, Muslim bukan babi yang rakus akan nafsu membumi hangus, Muslim bukan monyet licik yang selalu menebar fitnah.
Muslim tidak akan pernah mencari musuh dan haram bagi Muslim untuk lari dari musuh!

View on Path

Ketika seseorang membuat kita menunggu, itu berarti ada hal lebih penting yang dia urus dibandingkan kita.

Selalu begitu.

Karena kalau kita memang penting, amat berharga, dia tidak akan pernah membiarkan kita menunggu. Dan sama, ketika kita merasa seseorang itu penting, kita juga tidak akan pernah membiarkan dia menunggu sedikit pun.

*Tere Liye

View on Path